random facts about me

Nopember 18th, 2009

Mau hidup lebih INDAH ??

Posted by myamalia in Tak Berkategori

Belakang ini saya hampir setiap hari menyempatkan diri untuk pergi ke gym. Entah kenapa saya suka merasa bersalah terhadap tubuh saya apabila satu hari saja saya tidak berolahraga *addicted kah??*.

Hal ini saya lakukan bukan karena saya kecanduan olahraga atau karena memikirkan angka di timbangan supaya tetap stabil atau berkurang, tetapi saya memang harus rutin berolahraga. Karena saya teringat pesan Ayah saya yang mengharuskan saya untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh, mengingat Almarhumah Ibu saya mengidap penyakit diabetes yang menurut kedokteran itu bisa menurun.

Namun saat ini, saya tidak ingin menceritakan masalah tubuh dan juga penyakit, melainkan saya ingin menceritakan cerita tentang senior-senior saya di gym {baca : member lama}.

Ceritanya begini, waktu itu saya sedang asyik treadmill, entah kenapa saya malas sekali memakai earphone yang berisi musik pilihan saya. Earphone ini memang sengaja dipakai karena kebetulan saya kurang satu selera dengan musik di tempat gym *ya iyalah masa lagi lari backgroundnya lagu Anggun C Sasmi yang melow *, tetapi selain itu saya juga enggan mendengarkan “rumpian” sana sini yang membuat saya tidak konsen lagi berolahraga :D.

Maka akibat kemalasan saya tidak memakai earphone, akhirnya mau tak mau terdengarlah pembicaraan yang terjadi di treadmill sebelah :

———————————————————————-

Girl 1 : Eh, besok datang gak ke kelas salsa?

Girl 2 : Besok?, besok kan hari rabu, loe gak salah apa?

Girl 1 : Emang kenapa?

Girl 2 : Besok tuh giliran si X yg jadi instrukturnya

Girl 1 : Oh iya, gw lupa, ogah deh kalau begitu

Kemudian mereka berdua cekikian, entah kenapa tiba-tiba si Girl 1 yang ada disebelah saya langsung menoleh ke saya dan bertanya :

Girl 1 : Hi Mei, kalau kamu suka ikutan salsa ya ma si X ?

Me : Ha? *setengah kaget gitu, karena sangat tidak berharap di ajak ngobrol :D*

Girl 1 : Iya, kamu besok ikutan kelas salsa ya

Me : Eh iya mba, kadang-kadang aja kalau sempet *ngeles*

Girl 1 : pasti kelasnya sepi ya kaya kuburan?

Me : Ha ? *kaget lagi, untung gak keplintir sepatu*

Girl 1 : maksudnya yang ikut gak banyak kan? paling gak lebih dari 10 orang

Me : Ehm..iya mba kadang-kadang gitu *jawaban yang sama, soalnya lagi konsen lari*

Girl 1 : Mei, kamu tahu gak kenapa kelasnya gak laku?

Me : Laku? *jualan krupuk kali, ditimpuk ma si Girl 1*

Girl 1 : iya, gak banyak yang datang.

Me : ooo..gak tahu mba “pasang muka bingung*

Girl 1 : Si X ini dulu tuh member sama dengan kita, trus karena dekat ma instruktur si Y (instruktur salsa yg lebih senior), makanya dia kepilih jadi instruktur juga di sini

Me : ooooo *masih pasang tampang bingung*

Girl 1 : makanya saya ogah tuh ikut kelasnya dia

Girl 2 : saya juga ogah *nimpalin secara tiba-tiba*

Me : oo gitu, eh mba-mba saya duluan ya udah cape banget niyy *ngibrittttt melarikan diri, padahal chalorie meter masih diangka 200*

—————————————————————–

Nah ini dia yang saya suka bingung, kenapa ya terkadang kita masih tidak mau berjiwa besar dan mengakui kelebihan ataupun keunggulan dari orang lain, walaupun pada awalnya kita berada di titik yang sama.

Menurut saya si X ini memang mempunyai potensi sebagai instruktur dibandingkan the Girls (1&2) karena bisa dilihat dari cara dia mengajar salsa. Selain itu saya juga dapat informasi bahwa di tempat gym ini tidak sembarang orang bisa jadi instruktur gara-gara dia hanya dekat seniornya, tetapi tetap melalui tes kredibilitas yang membuktikan bahwa dia mampu.

Sebagai manusia, saya menyadari begitu banyak kekurangan yang kita miliki. Namun yang paling egois menurut saya kekurangan manusia adalah tidak ingin mengakui kelebihan orang lain. Mengakui kelebihan orang lain tidak membuat diri kita rendah, namun membuat hidup ini jauh lebih INDAH karena kita bisa terhindar dari rasa iri hati dan juga sikap sombong :).

Nopember 9th, 2009

MAAFKAN dan LUPAKAN….

Posted by myamalia in Tak Berkategori

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?” Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

*tx ya m’Inda, it’s really good story..

Nopember 6th, 2009

Melalui matamu..

Posted by myamalia in Tak Berkategori

Melalui matamu semuanya terbuka…
Nyala lilin yang ada dalam lubuk hatimu terpancar keluar…
menembus dinding….
menembus karang…..
menembus samudra……
Melalui mataku yang jauh menjadi dekat….
yang dekat menjadi bertambah dekat….
terasa sebagai aliran energi yang menyatukan dan memberikan kedamaian…..

Manusia dilahirkan dengan dua mata dan satu mulut, agar mereka MELIHAT DUA KALI LEBIH BANYAK DARI PADA YANG DIKATAKAN…..

Thanks for the spirit…

Nopember 4th, 2009

KPK di dadaku

Posted by myamalia in Tak Berkategori

kpk

Sudah pada tahu donk kasus tentang KPK VS POLRI yang sedang hangat-hangatnya bergulir saat ini. Nah, ternyata kasus tersebut menggugah para artis dan musisi seperti Fariz Rm, Once “Dewa, Jimo “KJP” dan Cholil “Efek Rumah Kaca”. Para musisi tersebut serta memberikan kontribusi berupa dukungan dengan ikut terlibat dalam pembuatan sebuah lagu yang berjudul KPK Di Dadaku.

 

Lagu yang iramanya merupakan penggalan dari lagu grup Netral yang berjudul Garuda Di Dadaku yang juga adaptasi dari lagu daerah “Apuse” ini, menggambarkan kebanggaan masyarakat Indonesia atas keberadaan KPK dan juga ditujukan untuk memerangi para koruptor ataupun pihak-pihak lain yang ingin menjatuhkan KPK.

 

Berikut cuplikan liriknya :

 

KPK di dadaku

KPK kebanggaanku

Ku yakin kebenaran pasti menang

kobarkan semangatmu

Tunjukkan kebersihanmu

Ku yakin kebenaran pasti menang

 

Bagi teman-teman yang ingin lagu tersebut menjadi ring tone Handphone, silahkan ketik KPK spasi Lagu kirim ke 1234 (hehehe becanda:)))

 

Yuk mari yuk..tegakkan gerakan anti korupsi mulai dari sekarang!

 

Nopember 2nd, 2009

KAPAN….???

Posted by myamalia in Tak Berkategori

 question-mark

Tulisan ini bermula ketika saya melihat iklan alat KB di televisi. Bagi yang belum pernah melihat, saya akan coba menceritakan cuplikannya. 

Iklan ini dimulai oleh adegan pasangan muda yang sedang kasmaran dan mereka duduk berpacaran di ruang tamu rumah sang perempuan. Namun seketika lewatlah ibu dari si perempuan tersebut sambil bertanya “Kapan kalian menikah..?”

Kemudian adegan kedua, pasangan muda tadi akhirnya menikah dan mereka sedang duduk santai di ruangan yang sama pada saat mereka pacaran waktu itu. Kemudian tak lama si ibu mertua lewat dan bertanya “Kapan kalian punya anak..?”

Adegan ketiga, akhirnya pasangan tersebut mempunyai anak. Pada suatu ketika mereka sedang asyik duduk bersama bayi mereka, si ibu mertua lewat kembali “dan bertanya kapan si kecil punya adik..?”

Selanjutnya iklan tersebut ditutup dengan jawaban dari pasangan muda bahwa mereka mengikuti program penggunaan alat KB.

Waktu saya melihat iklan ini, yang saya rasakan koq sama ya dengan kehidupan yang saya alami sekarang ini.

Waktu saya belum menikah dan sedang pacaran, ditanya “kapan menikah?”, dan tentu saja saya hanya menjawab dengan tersenyum dan berkata “Mohon doanya ya..”. Karena saya tahu pada saat itu saya dan pacar juga akan mengarah ke arah pernikahan tetapi tinggal menunggu waktu yang tepat dan tentunya perlu persiapan yang matang.

Pada akhirnya kami menikah, namun pada saat kami sedang menikmati indahnya bahtera rumah tangga yang baru kami tempuh satu tahun lebih ini, kami sudah dikelilingi oleh pertanyaan-pertanyaan “kapan nih punya anak?, koq belum juga, jangan-jangan dari kalian berdua ada yang belum ingin ya?”.

Wahh…koq bisa ya ada yang berfikir seperti itu. Padahal kalau menurut saya semua orang menikah pasti ingin sekali mempunyai keturunan. Tetapi mempunyai keturunan itu bukan sesuatu yang bisa diwujudkan langsung oleh manusia itu sendiri tanpa kehendak dari sang Pencipta.

Akhirnya saya pun menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan cara yang sama, yakni tersenyum dan berkata “Mohon doanya ya..”.

Dan saya berpikir, mungkin kejadian ini akan terus berulang. Setelah akhirnya saya sudah mempunyai anak, “kapan si kakak punya adik?”, “kapan si kakak & adik sekolah sd, smp, sma, kuliah, kapan kerja?”.

Pada akhirnya, pertanyaan - pertanyaan yang sama akan dipertanyakan kembali kepada anak-anak saya  “kapan kalian menikah?, kapan punya anak, bla bla bla…”

Tentu saja, saya tidak tahu apakah nanti anak-anak saya punya cara sendiri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut atau mereka mempunyai cara yang sama seperti yang biasa saya lakukan yakni tersenyum dan berkata “Mohon doanya ya..”

life..oh life..

Oktober 30th, 2009

Tentang Wanita

Posted by myamalia in Tak Berkategori

163a_rose_for_you1

Saya pernah membaca salah satu puisi tentang wanita, tapi sayang waktu itu saya lupa membaca dimana dan siapa pembuatnya.

Berikut saya bagi tulisannya, spesial untuk teman-teman wanita saya : “please take a look gal”

Tentang wanita…

Nafsu mengatakan :
Wanita cantik atas dasar rupanya.

Akal mengatakan :
Wanita cantik atas dasar ‘Ilmu dan pengetahuannya.

Dan Hati mengatakan :
Wanita cantik atas dasar akhlaqnya…

Akhlaq ialah bunga diri, tanpanya…
Hilanglah perhatian manusia pada diri kita.

Gambar diambil dari : http://www.faqs.org/photo-dict/phrase/33/rose.html


Oktober 27th, 2009

99%, 80%, 60%, 20%, 0%………

Posted by myamalia in Tak Berkategori

loveJangan pikir ini post tentang pelajaran matematika, atau bagi yang suka jualan jangan anggap ini hitungan berapa keuntungan atau komisi ya hehehe…Tapi persentase ini cuma ingin mengingatkan saya kembali akan kata-kata teman saya sebelum saya menikah setahun yang lalu.

Teman saya : “Mei, loe bener-bener siap menghadapi kehidupan pernikahan?”

Saya : “Mudah-mudahan gw siap, lagian gw ma ca-hub(baca: calon hubby) udah kenal lama, udah hampir 6 tahun. emang kenapa say (*kebetulan teman saya namanya saycha)”

Teman saya : “Sebenarnya bukan jaminan juga walaupun kalian udah kenal lama, soalnya kehidupan pernikahan itu berbeda waktu loe pacaran”

Saya : “ini berdasarkan pengalaman pribadi ya????”

Teman saya : “Enggak juga tapi mungkin ada sedikit”

Saya : “hehehehe, jujur aja kaleee kalo emang pengalaman pribadi :p”

Teman saya : “Gw sendiri sih belum terlalu ngerasain karena juga belum ada setahun gw menikah. Cuma kata orang kadar cinta pasangan kita makin lama bisa kurang seiring dengan berjalannya waktu. Coba deh loe teliti waktu pacaran mungkin kadar cinta cowo loe 99,9%, nanti setahun nikah : 80%, dua tahun : 60%, tiga tahun : 40%, lima tahun : tinggal 20%. Makanya waktu lima tahun ini bisa dibilang waktu yang sangat rentan buat pasangan suami istri, karena kebanyakan di waktu ini banyak pasangan yang sudah mulai bosan, selingkuh ataupun yang paling parah mereka bisa bercerai”

Saya : “Kalo menurut gw sih, semua tergantung pasangan itu sendiri, namanya juga berumahtangga ya say, ibaratnya kata orang kita sedang berlabuh di tengah lautan, seandainya kita & pasangan selalu kompak menghadapi gelombang-gelombang besar maupun kecil, mudah-mudahan kita berdua bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat. Jadi mudah-mudahan gak ada tuh istilah 99,9%, 80%, 60%, 20%, 0%……, tetapi yang ada : 90%, 91%, 92%, 93%…….99,9%”

September 14th, 2009

Facebook: Jauh Jadi Dekat, Dekat Jadi Jauh

Posted by myamalia in Tak Berkategori

facebookMatahari tepat di kepala saya saat ini, saya berencana pergi untuk sekedar window shopping namun ternyata digagalkan oleh dinginnya Air Conditioner yang melambai-lambai diruangan saya. Ketak-ketik, klik sana klik sini, akhirnya saya mendapatkan ide untuk menulis di siang hari ini.

Membaca salah satu postingan terbaru dari teman yang mengaku meng’deactivekan account facebooknya karena banyak membuang waktunya di depan komputer.  Membuat saya berpikir, apakah harus seperti itu.  Kalau dibilang, situs jaring sosial yang sedang tenar-tenarnya ini memang menimbulkan banyak pro dan kotra. Di beberapa media massa juga bisa kita temui berbagai peristiwa menyangkut hal akibat suka ber”facebook” ria.

Saya sendiri pertama kali kenal facebook cuma sebagai tempat “mejeng”, belakangan baru saya bertemu account teman-teman lama saya yang sudah bertahun-tahun tidak saya ketahui kabarnya. Namun sekarang ini, saya ingin lebih memanfaatkan si “facebook” ini untuk hal yang lain, pertama untuk menambah teman baru dan yang kedua untuk bisnis. Nah, untuk yang kedua ini, terus terang memang masih dipikirkan wong bisnisnya saja belum ada koq.

Jumlah teman di facebook saya juga tidak terlalu banyak sampai berjumlah ribuan, itu saja bisa dibilang tidak semua teman yang sempat saya lihat kegiatannya ataupun status update mereka setiap saat. Suatu ketika ada  kejadian yang membuat saya selalu ingin tertawa, saya selalu sengaja membuat kaget teman-teman saya apabila mereka sedang fokus online di facebook mereka. Saya berpikir sepertinya mereka sangat asyik dengan dunianya sehingga sudah tidak peka lagi dengan lingkungan di sekitarnya. Mungkin hal inilah yang juga membuat seorang anak membuat puisi tentang seorang Ibu dan Facebook. Karena gara-gara facebook seorang ibu bisa menyampingkan sang anak, karena ia sedang asyik dan sibuk berkomunikasi dengan teman-temanya di dunia maya .

Facebook oh facebook..mengapa dirimu bisa membuat yang jauh menjadi dekat, dan yang dekat bisa menjadi jauh :-(

September 10th, 2009

TUA, Siapa Takut???

Posted by myamalia in Tak Berkategori

grandmotherPada sebagian orang, menjadi TUA adalah suatu momok yang menakutkan.  Sedangkan saya sendiri  belum bisa membayangkan bagaimana saya pada saat tua nanti. Seperti pada perjalanan saya di pagi ini, saya melewati seorang nenek tua yang sedang duduk di kursi roda dan dikelilingi beberapa orang di sekitarnya. Orang-orang tersebut adalah 1 orang suster wanita penjaga sang nenek dan 2 orang laki-laki yang duduk di sepeda motor. Ketiga orang tersebut dengan tekun mendengarkan sang nenek bicara, walaupun kedua laki-laki tersebut terlihat siap untuk berangkat ke suatu tempat. Namun karena ingin menghormati sang nenek yang sedang bicara, kedua laki-laki itupun tidak berani untuk beranjak.

Selain kejadian itu, saya juga pernah melihat banyak kakek atau nenek yang berada di jalanan, mengemis dan memohon belas kasihan dari orang lain. Dalam hati saya bertanya di manakah anak-anak mereka yang dulu mereka besarkan. Kakek nenek itu pun tidak pernah punya kesempatan membicarakan keinginan mereka kepada orang-orang yang dicintai ataupun sekedar bernostalgia berbicara tentang masa muda mereka. Kemudian ada lagi peristiwa yang membuat saya sedih, saya pernah membaca berita seorang nenek yang bertetangga dan keduanya meninggal saat gempa yang mengguncang Jawa Barat lalu tanpa ditemani oleh siapapun di rumahnya. Dan menurut keterangan tetangga lainnya yang Alhamdulillah tidak menjadi korban, kedua nenek tersebut memang sudah lama tinggal sendiri tanpa ada anak ataupun cucu.

Saya sendiri masih mempunyai nenek dari Almarhumah Ibunda. Usia beliau kurang lebih 70 tahun lebih. Pada saat nenek menginap di rumah kami biasanya nenek senang sekali ditemani ngobrol. Walaupun kadang topik yang dibicarakan macam-macam dan terkesan lompat-lompat, namun kami cucu-cucunya dengan setia mendengarkannya.

Masa tua bagi saya yang kini masih berusia kepala dua ini mungkin  bisa dibilang masih beberapa puluh tahun mendatang. Sampai saat ini saya tidak pernah berpikir atau takut bahwa TUA akan membuat wajah saya keriput atau faktor kecantikan lainnya yang saat ini mungkin ditakutkan hampir 99% wanita di muka bumi ini. Namun satu hal yang selalu saya inginkan, apabila Allah berkehendak memberi saya  umur yang barakah dan bisa menikmati masa tua, saya ingin dikelilingi oleh orang-orang yang selalu menyayangi & mencintai saya.

September 9th, 2009

Ingin Lebih Bersyukur

Posted by myamalia in Tak Berkategori

pray

huff..ternyata sudah lama sekali saya tidak menulis di blog. Mohon maaf mungkin karena kesibukan atau kemalasan saya , atau mungkin kedua-duanya hehehe.

Di pagi yang cerah ini, seperti biasa saya setiap saya berjalan menuju ke tempat dimana saya harus mencari segenggam berlian, sedangkan saya tidak pernah tahu sampai kapan berlian itu ada digenggaman saya atau mungkin sudah tergenggam namun terlepas entah kemana. Walau kadang saya merasa tidak enjoy dan terpaksa, namun kilauan berlian itu tetap membuat mata saya silau sehingga menyampingkan segala egois dalam diri ini.

Kembali kepada saat-saat saya mencoba menikmati perjalanan, saya bertemu dengan bermacam-macam visual yang selalu saya jadikan pelajaran dalam hidup. Seperti, saat itu saya bertemu dengan seorang “Bapak”. Kami memang biasa bertegur sapa apabila kebetulan kami bertatap muka. Bapak ini adalah seorang yang biasa membantu untuk pekerjaan serabutan. Hampir beberapa kali, saya bertemu dengannya di tempat yang berbeda, sampai akhirnya Bapak berkata “Saya memang punya rumah banyak neng..”. saya pun tersenyum mendengar beliau berkata seperti itu. Hal itulah yang membuat saya kagum atas semangat sang Bapak. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, tubuh yang juga tidak tegap dan sangat renta, namun beliau tetap semangat. Dimanapun pekerjaan itu asalkan beliau sanggup, Bapak akan senang dan  ikhlas mengerjakannya.

Hati saya selalu berkata, mengapa kadang saya tidak bisa seperti itu. Mungkin juga beberapa orang di luar sana yang diberi pekerjaan yang jauh lebih “enak” dan penghasilan yang lebih “banyak” dibandingkan Bapak. Begitu banyak orang yang menyerah dan tidak pernah bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan sekarang, begitu juga dengan saya. Padahal kami seharusnya lebih banyak bersyukur apabila dibandingkan oleh Bapak.

Ya Allah, ampunkan kami apabila kami belum termasuk orang-orang yang bersyukur, dan jangan jadikanlah kami orang-orang yang kufur ni’mat, Amin…

Halaman Berikutnya »